Pekan Muharram
SEMARAK PEKAN MUHARRAM 1448 H: PGRI KECAMATAN MAKASAR SALURKAN BANTUAN ALAT BELAJAR UNTUK YATIM PIATU
PGRI Kecamatan Makasar – Peringatan bulan suci Muharram selalu identik dengan momentum refleksi dan kepedulian sosial, yang kerap dikenal oleh masyarakat luas sebagai "Lebarannya Anak Yatim". Semangat berbagi ini diwujudkan dalam sebuah langkah nyata dan penuh kehangatan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Makasar melalui penyelenggaraan Kegiatan Pekan Muharram 1448 H/2026.
Bertempat di Masjid Universitas Borobudur, kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, acara ini berlangsung dengan khidmat dan dipenuhi senyum sumringah dari ratusan siswa-siswi yang hadir. Di bawah naungan tempat ibadah yang sejuk tersebut, para pahlawan tanpa tanda jasa berkumpul bukan untuk mengajar di depan papan tulis, melainkan untuk menebarkan kasih sayang langsung kepada anak-anak yatim dan piatu yang membutuhkan pelukan moral serta dukungan materiil.
Skala kegiatan yang diinisiasi oleh PGRI Kecamatan Makasar ini terbilang sangat masif dan inklusif. Bantuan didistribusikan secara merata menyentuh 132 lingkungan sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Makasar. Tanpa membedakan status, bantuan ini disalurkan kepada siswa-siswi dari sekolah negeri maupun swasta, mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).
Adapun wujud kepedulian yang diberikan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pendidikan, yakni berupa pembagian paket alat belajar. Pemilihan bantuan berupa perlengkapan sekolah ini sangat selaras dengan visi para pendidik, di mana mereka ingin memastikan bahwa tidak ada satupun anak, apa pun latar belakang keluarganya, yang terhambat proses belajarnya hanya karena keterbatasan fasilitas penunjang.
Bagi anak-anak yatim dan piatu, perhatian ini tentu menjadi suntikan motivasi yang luar biasa. Bahwa di tengah ujian kehilangan orang tua, mereka memiliki orang tua asuh di sekolah—yakni para guru—yang selalu memikirkan masa depan dan pendidikan mereka. Kehadiran siswa-siswi SLB dalam penerimaan bantuan ini juga memberikan pesan kuat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk dirangkul dan difasilitasi dalam mengejar cita-citanya.
Kegiatan Pekan Muharram 1448 H di Masjid Universitas Borobudur ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial keagamaan tahunan. Lebih dari itu, acara ini mengukuhkan komitmen PGRI Kecamatan Makasar sebagai wadah pendidik yang tidak hanya berdedikasi dalam membangun kecerdasan intelektual di ruang kelas, tetapi juga membangun kecerdasan emosional dan sosial anak bangsa melalui keteladanan dan aksi nyata.
PGRI Kecamatan Makasar – Peringatan bulan suci Muharram selalu identik dengan momentum refleksi dan kepedulian sosial, yang kerap dikenal oleh masyarakat luas sebagai "Lebarannya Anak Yatim". Semangat berbagi ini diwujudkan dalam sebuah langkah nyata dan penuh kehangatan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Makasar melalui penyelenggaraan Kegiatan Pekan Muharram 1448 H/2026.
Bertempat di Masjid Universitas Borobudur, kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, acara ini berlangsung dengan khidmat dan dipenuhi senyum sumringah dari ratusan siswa-siswi yang hadir. Di bawah naungan tempat ibadah yang sejuk tersebut, para pahlawan tanpa tanda jasa berkumpul bukan untuk mengajar di depan papan tulis, melainkan untuk menebarkan kasih sayang langsung kepada anak-anak yatim dan piatu yang membutuhkan pelukan moral serta dukungan materiil.
Skala kegiatan yang diinisiasi oleh PGRI Kecamatan Makasar ini terbilang sangat masif dan inklusif. Bantuan didistribusikan secara merata menyentuh 132 lingkungan sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Makasar. Tanpa membedakan status, bantuan ini disalurkan kepada siswa-siswi dari sekolah negeri maupun swasta, mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).
Adapun wujud kepedulian yang diberikan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pendidikan, yakni berupa pembagian paket alat belajar. Pemilihan bantuan berupa perlengkapan sekolah ini sangat selaras dengan visi para pendidik, di mana mereka ingin memastikan bahwa tidak ada satupun anak, apa pun latar belakang keluarganya, yang terhambat proses belajarnya hanya karena keterbatasan fasilitas penunjang.
Bagi anak-anak yatim dan piatu, perhatian ini tentu menjadi suntikan motivasi yang luar biasa. Bahwa di tengah ujian kehilangan orang tua, mereka memiliki orang tua asuh di sekolah—yakni para guru—yang selalu memikirkan masa depan dan pendidikan mereka. Kehadiran siswa-siswi SLB dalam penerimaan bantuan ini juga memberikan pesan kuat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk dirangkul dan difasilitasi dalam mengejar cita-citanya.
Kegiatan Pekan Muharram 1448 H di Masjid Universitas Borobudur ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial keagamaan tahunan. Lebih dari itu, acara ini mengukuhkan komitmen PGRI Kecamatan Makasar sebagai wadah pendidik yang tidak hanya berdedikasi dalam membangun kecerdasan intelektual di ruang kelas, tetapi juga membangun kecerdasan emosional dan sosial anak bangsa melalui keteladanan dan aksi nyata.